Jumat, 13 Januari 2017

Biodata Para Personil Dream Teater

Biodata Para Personil Dream Teater

Mike Portnoy
 
Mike Portnoy lahir pada 20 April 1967 dan dibesarkan di Long Beach, New York, di mana minatnya pada musik dimulai pada usia dini. “Ayahku adalah seorang DJ musik rock n ‘roll, jadi saya selalu dikelilingi oleh musik terus-menerus. Saya punya banyak sekali koleksi ketika saya masih muda dan sangat menyukai The Beatles dan juga Kiss. Tidak heran kalau akhirnya saya akan menjadi seorang musisi. Meskipun Mike belajar sendiri cara memainkan drum, dia mengambil kelas-kelas teori musik di sekolah menengah. Selama masa itu ia mulai bermain di band-band lokal Intruder, Rising Power dan Inner Sanctum, di Band terakhir mike dan kawan – kawan merilis album mereka sendiri. Mike meninggalkan band setelah mendapat beasiswa di Musik Berklee College di Boston.

John besar (John Petruci)

 
John besar di Long Island, tepatnya di King park, dimana dia, john myung & Kevin moore bersekolah bersama. John mulai Belajar gitar ketika masih berumur 12 tahun (sebelumnya dia pernah belajar ketika berumur 8 tahun tetapi menyerah ketika Dia melihat kakak perempuannya harus begadang tiap malam belajar main organ. Dia tidak merencanakan untuk menjadi seperti Itu, Dia belajar gitar sepulang sekolah dan akhirnya dia menjadi tidak tertarik lagi). Namun dia mulai banyak terpengaruh Oleh permainan gitar dari gitaris semacam yngwie malmsteen, randy rhoads, iron maiden, steve ray Vaughn, dan grup besar Semacam yes, rush, Dixie dregs dan lain lain dia mulai bertekad untuk mencapai level permainan seperti mereka.John tinggal bersama istrinya Rena, dan 3 anaknya SamiJO, Reny, dan Kiara di New York. Ketika dia tidak bermain gitar dia banyak menghabiskan Waktunya dengan istri dan anak-anaknya dengan bermain skating, bersepeda, berolahraga dan menonton film.

John Myung

 
Sejak zaman 1980-an (saat berdirinya Dream Theater), John Myung yang orangtuanya berasal dari Korea ini beserta dua personil lainnya telah membantu Dream Theater melewati saat-saat kritis dan masa jatuh bangunnya.

Sebagai seorang pendengar antusias musik klasik, dia memilih biola semenjak masih berumur lima tahun. Hingga saat menginjak usia belasan tahun, John Myung memutuskan untuk memilih gitar bass sebagai instrumen favoritnya.

Ketika belajar di sekolah musik Berklee - Boston pada tahun 1986, Myung berjumpa dengan dua teman satu sekolahnya, gitaris John Petrucci dan drummer Mike Portnoy. Dengan ditambah seorang pemain keyboard dan seorang vokalis, akhirnya mereka membentuk sebuah grup band Majesty.Pada tahun berikutnya mereka mendapatkan tawaran rekaman. Tetapi grup band Majesty ini ternyata hanya berumur pendek dikarenakan sebuah konflik dengan grup band di Las Vegas yang memiliki nama yang sama. Akhirnya mereka sepakat untuk merubah nama grup bandnya menjadi Dream Teater, diambil dari nama sebuah bioskop di California.

Myung, Petrucci dan Portnoy hingga detik ini masih merupakan anggota tetap Dream Theater, dan sepanjang sejarah Dream Theater telah terjadi beberapa kali bongkar-pasang vokalis dan keyboardis.
Myung agaknya telah menjadi anggota Dream Theater yang paling misterius. Dia jarang terlihat berkomentar tentang dirinya ataupun menonjolkan dirinya sendiri dalam video klip dan konser-konser Dream Theater. Fakta ini membuat banyak penggemar bertanya-tanya apakah seseorang dari mereka pernah melihatnya berbicara.

James Labrie

 
Kevin James LaBrie lahir di Penetanguishene, Sebuah kota kecil di Kanada pada tanggal 5 Mei 1963. sejak kecil, James saat berumur 3 tahun, dia sering mendengarkan radio dan menyayikan lagu apapun yang terdengar dari radio tersebut. Diinspirasikan oleh ayahnya, dia kemudian mulai bernyanyi dan bermain drum pada awalnya saat berusia 5 tahun. dan pada saat berusia 10 tahun, dia berkuartet dengan ayahnnya dan paman juga adiknya bernyanyi di barber shop.

Saat berusia 21 tahun, James berlatih vokal pada Rosemary Patricia Burns. Setelah banyak bergabung dengan beberapa band di Kanada. James kemudian menjadi vokalis pada band Winter's Rose, dimana juga bergabung dengan Atlantic Records, Label Dream Theater saat itu. lalu Pierre Paradis yang mengatur band Voi Vod, menawarkan solo project pada James di Aquarius record. kemudian dia memberitahu James bahwa ada nama band New York bernama Dream Theater melakukan audisi untuk mencari vokalis, kemudian James mengikutinnya dan diterima, itulah sejarah LaBrie bergabung dengan Dream Theater pada 1992, dimana album pertama LaBrie bersama Dream theater ialah Images and Words.

Sampai saat ini, Labrie telah banyak menciptakan lagu untuk Dream Theater seperti Anna Lee(Falling Into Infinity), Vacant(Train Of Thought), Blind Faith(six degree of Inner Turbulance), Sacrified Son(Octavarium).

Dan dia tetap tinggal di Toronto,Kanada bersama istrinya Karen, dan kedua anaknya Chloe dan Chance Abraham LaBrie.

Jordan Ruddes

 
Jordan Rudess (lahir dengan nama Jordan Rudes pada 4 November 1956) adalah pemain keyboard band progresif rock Dream Theater.Dia masuk Dream Theater menggantikan Derek Sherinian.Hal ini dimulai saat Mike Portnoy memutuskan untuk membentuk supergroup dengan Magna Carta Records.Rudess terpilih untuk mengisi bagian keyboardist dalam band yang terdiri dari Tony Levin, Mike Portnoy, dan John Petrucci ini.Selama rekaman 2 album Liquid Tension Experiment ini meyakinkan Portnoy dan Petrucci bahwa Rudess adalah keyboardist yang cocok untuk Dream Theater.Dan akhirnya mereka memutuskan mengajak Rudess untuk menggantikan Derek Sherinian yang telah bersolo karir.

Sejarah the DOORS

 

Jim Morrison

Jim Morrison, yang memiliki nama asli James Douglas Morrison, lahir di Florida, Amerika Serikat pada 8 Desember 1943 dari pasangan George Stephen Morrison dan Clara Clark Morrison. Januari 1964 Morrison lulus dari UCLA jurusan Theater Arts Departement of the College of Arts.

Era The Doors
Nama Jim Morrison besar sebagai vokalis The Doors yang didirikan tahun 1965 di Los Angeles, bersama kibordis Ray Manzarek. Band yang paling kontroversial pada jamannya karena lirik yang samar, terkadang sangat vulgar dan tidak diduga. Kala itu Manzarek sangat terkesan dengan puisi buatan Morrison yang berjudul “Moonlight Drive” lalu dibentuklah The Doors dengan formasi kibordis Ray Manzarek, vokalis Jim Morrison, drummer John Densmore, dan gitaris Robby Krieger. Nama band The Doors diambil dari buku karya Aldous Huxley, “The Doors of Perception”.
Secara lirikal, The Doors membawa latar musik rock baru dengan suasana yang kompleks, surealis dan sugestif yang mengeksplorasi seks, mistisisme, obat-obatan, pembunuhan, kegilaan hingga kematian. Hal yang mengangkatnya juga menjadi penghambatnya, seperti saat tampil di Ed Sullivan Show dengan lirik “Light My Fire” yang harus dirubah demi kesopanan.
Ditahun 1966 The Doors tampil di Whisky a Go Go ( Sebuah diskotik di California Selatan yang banyak melahirkan band-band terkenal seperti The Byrds, Buffalo Springfield dan Love) dan menjadi home band tetap, yang kemudian membawanya dikontrak oleh Elektra Records pada 18 Agustus 1966. Namun pada 21 Agustus The Doors dipecat dari klub karena menyanyikan lagu “The End” dengan lirik yang sangat kontroversial, terinspirasi dari sebuah film drama Yunani “Oedipus Rex”, yang dalam kisahnya sang protagonis Oedipus membunuh ayahnya dan menyetubuhi ibunya.
Debut album penuh The Doors dirilis Januari 1967 termasuk di dalamnya drama musikal “The End” selama 11 menit. Morrison dan Manzarek yang menyutradarai film promosi (sekarang disebut musik video) untuk single pertamanya “Break on Through”, yang kemudian disusul “Light My Fire”. Kemudian “Strange Days” dirilis, dan popularitas mereka pun kian menggila. Mereka menggabungkan blues dan rock dengan psychedelia yang belum pernah terdengar sebelumnya.
Nama The Doors melambung karena reputasi Morrison sebagai penantang, pemberontak, simbol seks dan “penghibur” sejati di atas panggung. Dia menikmati hawa yang mengikutinya sebagai bintang, walaupun pada akhirnya dia merasa tertekan dengan keterbatasan hidupnya sebagai public figure.
Pada 8 Desember 1970, di ulang tahunnya yang ke 27, Morrison merekam sesi puisi lainnya. Ini merupakan titik balik bagi kehidupannya. Selama penampilan terakhirnya di Ware House, New Orleans- Lousiana pada 12 Desember 1970, Morrison yang mengalami penurunan mental, beberapa kali membanting mikrofon ke lantai panggung. Setelah keadaannya sedikit membaik, The Doors kembali ke akar dengan merilis album “L.A. Woman” ditahun 1971.
Bulan Maret 1971 Morrison pindah ke Paris untuk istirahat dari kegiatan panggungnya dan berkonsentrasi dengan tulisannya, berharap untuk dapat kembali hidup normal. Namun nasib berbicara lain. Morrison meninggal pada 3 Juli pada usia ke 27. ditemukan di bath tub oleh Curson kekasihnya. Menurut biografi yang ditulis Stephen Davis, dilaporkan Morrison ditemukan dengan darah kering di sekitar mulut dan hidungnya dan tanda besar di dadanya yang menandakan kalau penyebab kematiannya karena tuberculosis.
Pasca The Doors
Meski sudah lebih dari 30 tahun sejak kematiannya, popularitas Morrison tidak berkurang. Hal ini antara lain disebabkan oleh karisma dan pengaruh musikalnya yang melekat dan menjadi inspirasi bagi pemusik setelahnya, yang akan menjadi idola dan menurunkan referensi ini pada generasi berikutnya.
Sebagai salah satu penyanyi dan penulis lagu paling populer dan menginspirasi di sejarah musik rock, Morrison menjadi salah satu panutan seorang rockstar; bermuka masam, seksi, androgynous, penuh skandal dan misterius. Celana kulit yang digunakannya ketika di panggung menjadi stereotipe pakaian rockstar.
Penampilan Morrison menginspirasi banyak musisi ternama lainnya, seperti Nick Cave (Nick Cave and the Bad Seeds), Richard Ashcroft (ex-The Verve), Iggy Pop (The Stooges), Glenn Danzig (Danzig), Patti Smith, Ian Curtis (Joy Division), Henry Rollins (Black Flag), Ian Astbury, Perry Ferell (Jane’s Addiction, Porno For Pyros), Scott Weiland (ex-Stone Temple Pilots, Velvet Revolver), Trent Reznor (Nine Inch Nails), Marilyn Manson, Eddie Vedder (Pearl Jam), Ville Valo (HIM), Billy Idol, Siouxsie Sioux (Siouxsie and the Banshees), Noir Désir dan Jeff Martin.
Iggy Pop mengaku terinspirasi oleh Morrison ketika melihat konser The Doors di Ann Arbor, Michigan. Salah satu lagu populer Iggy yang berjudul “The Passenger” ditulis berdasarkan salah satu puisi Morrison.
Ada pula seorang profesor Literatur Perancis di Duke University, Wallace Fowlie, pernah menulis buku yang berjudul Rimbaud and Jim Morrison: “The Rebel as Poet – A Memoir”. Biopic tentang The Doors pernah dibuat ditahun 1991 oleh Oliver Stone. Dibintangi oleh Val Kilmer as the man himself, dengan penampilannya yang gemilang.
Dalam lagu “The Irony of Dying On Your Birthday” yang dibawakan band emo masa kini, Senses Fail, menyebutkan “I want to die like Jim Morrison. I wanna die like God on the cover of Time”. Lain lagi dengan Radiohead, dalam lagunya “Anyone Can Play Guitar” terdapat lirik “Grow my hair. I wanna be Jim Morrison” yang menggambarkan kekaguman dan pengidolaan remaja yang sangat besar terhadap Morrison.

Kematian Jim Morrison di Investigasi Ulang?
Surat kabar UK “The Mail on Sunday”, seperti diberitakan Rollingstone.com, menemukan keganjilan dan meminta kepada pihak yang terkait untuk menyelidiki ulang kasus kematian Jim.
Berdasarkan surat keterangan yang keluar saat kematiannya, dan inilah yang diketahui publik luas, Morrison ditemukan telah tak bernyawa di bathtub apartemennya di Paris, Perancis, dan meninggal secara alami.
Namun berdasarkan buku yang ditulis oleh Sam Bernett, pria Perancis sahabat dari Jim Morrison yang juga mantan wartawan New York Times, penyebab kematian vokalis yang makamnya selalu ramai dikunjungi para fans ini disebabkan oleh overdosis tinggi karena penggunaan heroin di sebuah club bernama the Rock ‘n’ Roll Circus club di kota Paris.
Menurut Bennet, tubuh Morrison kemudian dipindahkan ke dalam bathtub untuk menutupi kejadian sebenarnya dan pihak tertentu merekayasa cerita agar jaringan narkoba yang dekat dengan kehidupan Morrison tidak terlacak.

Grammy Buat The Doors
Band yang terdiri dari Jim Morrison, Robbie Krieger, John Densmore dan Ray Manzarek ini mendapatkan penghargaan karena kontribusi mereka terhadap musik rock n roll. Selain The Doors kabarnya The Grateful Dead juga akan dikenang dengan pemberian lifetime achievement gong pada pada tanggal 11 Februari 2007.

PROFIL DAN BIODATA PERSONIL MUSE




Muse merupakan grup band asal Inggris yang didirikan pada tahun 1994, aliran dari muse sendiri adalah grup musik rock alternatif. Muse telah merilis enam album dimulai dengan Showbiz (1999), Origin of Symmetry (2001), Absolution (2003), Black Holes & Revelations (2006), The Resistance (2009) dan The 2nd Law (2012). Muse juga merilis 3 album live Hullabaloo Soundtrack (2002), Absolution Tour (2005) dan HAARP (2008). Sedangkan Personil Muse terdiri dari Matthew Bellamy sang vokalis, Chris Wolstenholme pemegang Bass dan Dominic Howard (drum, perkusi). Muse merupakan band yang meriah banyak pengahargaan di dunia music

Berikut adalah penghargaan yang berhasil diraih oleh Muse :
1. BRIT Award menang 2 kali
2. Grammy Award 1 kali
3. Meteor Music Award 1 kali
4. MTV Asia Award 1 kali
5. MTV Europa Music Award 5 kali
6. NME Award 9 kali
7. Q Award 5 kali
8. American Music Award 1 kali
9. Kerrang Award 4 kali
10 MTV Video Music Award 1 kali
11 Penghargaan lainya 6 kali

Berikut adalah Profil Serta biografi Personil dari Muse
1. Matthew Bellamy Muse




















Nama : Matthew James Bellamy
Lahir : Cambridge, Inggris
TL : 9 Juni 1978
Posisi : vokalis, gitar, harmonium, komponis serta pianis

2. Chris Wolstenholme Muse


Nama : Christopher Tony "Chris" Wolstenholme
Lahir :  Rotherham, Inggris
TL : 2 Desember 1978
Posisi : multi-instrumentalis, bassis dan backing vokalis

3. Dominic Howard Muse 

Nama : Dominic James Howard
Lahir : Stockport, Inggris
TL : 7 Desember 1977
Posisi : Drum, perkusi, synthesizer

Dan dibawah ini Adalah Daftar Lagu Muse

Showbiz (1999)

1. "Sunburn"
2. "Muscle Museum"
3. "Fillip"
4. "Falling Down"
5. "Cave"
6. "Showbiz"
7. "Unintended"
8. "Uno (lagu)"
9. "Sober"
10. "Escape"
11. "Overdue"
12. "Hate This & I'll Love You"
   

Origin of Symmetry (2001)

1. "New Born"
2. "Bliss"
3. "Space Dementia"
4. "Hyper Music"
5. "Plug In Baby"
6. "Citizen Erased"
7. "Micro Cuts"
8. "Screenager"
9. "Darkshines"
10. "Feeling Good"
11. "Megalomania"
   

Hullabaloo Soundtrack (2002)

Disc one:
1. "Forced In"
2. "Shrinking Universe"
3. "Recess"
4. "Yes Please"
5. "Map Of Your Head"
6. "Nature_1"
7. "Shine (Acoustic)"
8. "Ashamed"
9. "The Gallery"
10. "Hyper Chondriac Music"
Disc two:
1. "Dead Star"
2. "Micro Cuts"
3. "Citizen Erased"
4. "Showbiz"
5. "Megalomania"
6. "Darkshines"
7. "Screenager (Piano)"
8. "Space Dementia"
9. "In Your World"
10. "Muscle Museum"
11. "Agitated"
   

Absolution (2003)

1. "Intro"
2. "Apocalypse Please"
3. "Time Is Running Out"
4. "Sing for Absolution"
5. "Stockholm Syndrome"
6. "Falling Away with You"
7. "Interlude"
8. "Hysteria"
9. "Blackout"
10. "Butterflies And Hurricanes"
11. "The Small Print"
12. "Endlessly"
13. "Thoughts of a Dying Atheist"
14. "Ruled by Secrecy"

Black Holes & Revelations (2006)

1. "Take a Bow"
2. "Starlight"
3. "Supermassive Black Hole"
4. "Map of the Problematique"
5. "Soldier's Poem"
6. "Invincible"
7. "Assassin"
8. "Exo-Politics"
9. "City of Delusion"
10. "Hoodoo"
11. "Knights of Cydonia"
   

The Resistance (2009)

1. "Uprising"
2. "Resistance"
3. "Undisclosed Desires"
4. "United States of Eurasia"
5. "Guiding Light"
6. "Unnatural Selection"
7. "MK Ultra"
8. "I Belong to You"
9. "Exogenesis: Symphony Part I (Overture)"
10. "Exogenesis: Symphony Part II (Cross-Pollination)"
11. "Exogenesis: Symphony Part III (Redemption)"

The 2nd Law (2012)

1. "Supremacy"
2. "Madness"
3. "Panic Station"
4. "Survival"
5. "Interlude"
6. "Follow Me"
7. "Animals"
8. "Explorers"
9. "Big Freeze"
10. "Save Me"
11. "Liquid State"
12. "The 2nd Law: Unsustainable"
13. "The 2nd Law: Isolated System"

Profil dan Biografi Lengkap Radiohead



Radiohead 
adalah grup band rock terkenal asal Inggris. Radiohead dibentuk di kota Abingdon, Oxfordshire pada tahun 1985. Mereka terdiri dari Thom Yorke sebagai vokalis utama, Jonny Greenwood dan Ed O'Brien sebagai gitaris utama, Colin Greenwood sebagai bassis serta Phil Selway sebagai drummer. Gaya dan genre musik Radiohead mengusung aliran alternative rock, experimental rock dan juga electronic. Secara umum, Radiohead telah merilis 9 album studio dan sukses menjual lebih dari 30 juta kopi album di seluruh dunia. Album OK Computer di tahun 1997 menjadi album tersukses dan paling populer Radiohead dan menjadi salah satu album musik paling berpengaruh sepanjang masa. Band ini juga disebut-sebut sebagai band paling inovatif di era modern, dan banyak memberikan pengaruh besar bagi industri musik. Berikut Museum Musik hadirkan sejarah dan biografi band Radiohead.



Profil dan Biografi Lengkap Radiohead

Radiohead memulai karir dengan merilis single debutnya, Creep di tahun 1992. Meski awalnya lagu tersebut tidak terlalu laku di pasaran, namun akhirnya lagu Creep menjadi populer setelah perilisan album debut Pablo Honey setahun setelahnya dan menjadi salah satu lagu terbaik tahun 90anThe Bends, merupakan album studio kedua Radiohead yang dirilis tahun 1994. Album ini cukup sukses dan mulai menaikkan popularitas Radiohead di kalangan pecinta musik di Britania Raya. 

Namun baru pada album ketiga, berjudul OK Computer, yang menjadi titik balik utama kesuksesan Radiohead. OK Computer dirilis pada tahun 1997 dengan suara yang lebih ekspansif dan mengambil tema non-mainstream, serangan alien di era modern. Album ini menjadi salah satu album populer di era 90-an dan menjadi landmark industri musik di tahun 1990-an itu sendiri. OK Computer menjadi salah satu album tersukses sepanjang masa. Tiga single utama yang dirilis dari album ini adalah Paranoid Android, Karma Police hingga No Surprises yang juga menjadi lagu Radiohead terpopuler.


Radiohead melanjutkan kesuksesan mereka dengan perilisan album keempat, Kid A di awal millenium. Album ini juga menjadi salah satu album paling sukses secara penilaian di era 2000-an, dengan kebanyakan menggunakan lirik abstrak dan mengusung musik baru dengan tema elektronik. Album kelima dan keenam Radiohead dirilis dengan judul Amnesiac di tahun 2001 dan Hail to the Thief di tahun 2003. Dalam dua album ini, Radiohead banyak mengubah genre musik mereka, dan banyak terpengaruh musik elektronik, jazz dan sentuhan piano mix.

In Rainbows kemudian dirilis di tahun 2007 sebagai album ketujuh Radiohead. Untuk kesekian kalinya, album ini juga sukses secara penilaian dan menjadi titik balik Radiohead untuk kembali ke musik alternative rock seperti di era 90-an. Album ini pun cukup unik karena menerapkan harga pay-what-you-like, dimana fans boleh membayar seikhlasnya untuk membeli album ini. Radiohead lalu merilis album kedelapan mereka, The King of Limbs pada tahun 2011 dengan paduan musik electronic dan alternative. Album terbaru mereka, A Moon Shaped Pool dirilis tahun 2016 lalu dengan single utama Burn the Witch dan Daydreaming.

Hingga kini, Radiohead telah merilis 9 album studio, termasuk beberapa album yang sangat sukses secara review, seperti OK Computer (1997), Kid A (2000), In Raibows (2007) dan A Moon Shaped Pool (2016). Radiohead mampu masuk list 100 besar daftar Greatest Artists of All Time oleh majalah Rolling Stone. Band ini juga banyak disebut sebagai salah satu band rock paling inovatif dan paling berpengaruh di era modern berkat berbagai pencapaiannya di industri musik. 

Sejarah Bon Jovi



Bon Jovi di Zurich di belakang panggung
Bon Jovi adalah band rock Amerika dari Sayreville, New Jersey. Dibentuk pada tahun 1983, Bon Jovi terdiri dari vokalis dengan nama sama yaitu Jon Bon Jovi (lahir dengan nama John Francis Bongiovi, Jr), pianis dan pemain keyboard David Bryan, dan drummer Tico Torres.

Lineup band ini tidak banyak berubah sepanjang sejarah, dengan satu-satunya pengecualian pada 1994 ketika terjadi pemecatan pemain bass Alec John Such, yang secara tidak resmi digantikan oleh Hugh McDonald, dan kepergian gitaris lama serta co-penulis lagu Richie Sambora pada tahun 2013.

Pada tahun 1986, Bon Jovi mencapai pengakuan global atas album ketiga mereka, Slippery When Wet, album keempat band ini, juga sukses di tahun 1988. Setelah tur dan rekaman non-stop selama 1980-an, band ini mengalami masa vakum setelah New Jersey Tour pada tahun 1990, dimana Jon Bon Jovi dan Richie Sambora merilis album solo masing-masing yang sukses. Pada tahun 1992, band ini kembali dengan album Keep The Faith. Single mereka tahun 2000 "It's My Life", berhasil menjaring khalayak yang lebih muda. Bon Jovi telah dikenal menggunakan gaya yang berbeda dalam musik mereka sepanjang amsa, dimana mereka menggunakan gaya musik country untuk album mereka Lost Highway pada tahun 2007. Pada tanggal 12 Maret 2013, Bon Jovi merilis album studio ke-12 mereka, What About Now.

Sejauh ini, Bon Jovi telah merilis 12 album studio, ditambah dua kompilasi dan dua album live. Mereka adalah salah satu band terlaris di dunia sepanjang masa, telah menjual lebih dari 100 juta album di seluruh dunia dan melakukan lebih dari 2.700 konser di lebih dari 50 negara di depan lebih dari 34 juta fans. Bon Jovi masuk ke Music Hall of Fame Inggris pada tahun 2006. Band ini juga diberikan Penghargaan Merit di American Music Awards pada tahun 2004, dan sebagai penulis lagu dan kolaborator, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora masuk menjadi penulis Hall of Fame pada tahun 2009. 


Anggota Band
Formasi sekarang
Jon Bon Jovi - vokalis, gitaris

Phil Xenidis - gitaris, backing vocal

Tico Torres - drummer, pemain perkusi

David Bryan - keyboardis, backing vocal

Mantan anggota
Alec John Such - bassis

Richie Sambora - gitaris, backing vocal

Anggota tambahan
Roy Bittan – Keyboards
Chuck Burgi - Additional drums
David Grahmme - Backing vocals
Doug Katsaros - Additional keyboards
Frankie LaRocka – Drums
Hugh McDonald – Bass guitar
Aldo Nova - Additional guitar and keyboards
Tim Pierce – Guitar
Mick Seeley - Backing vocals

Teknisi
Larry Alexander
Jeff Hendrickson
John Bengelshmy

Source: Wikipedia

Sejarah
Formasi Awal (1978–1983)
Masa-masa awal Bon Jovi
Jon Bon Jovi mulai bermain piano dan gitar pada tahun 1975 di usia tiga belas tahun dengan band pertamanya 'raze'. Pada usia enam belas Bon Jovi bertemu David Bryan dan membentuk band Atlantic City Expressway. Mereka bermain di klub New Jersey walaupun masih anak di bawah umur. Masih di masa remaja, Bon Jovi bermain di band John Bongiovi dan Wild Ones, bermain di klub lokal seperti "The Fast Lane" dimana mereka cukup dikenal di daerah tersebut. Pada tahun 1980, ia membentuk band lain, "The Rest", dan menjadi band pembuka bagi Southside Johnny dan Jukes Asbury.

Rekaman profesional pertama Jon Bon Jovi
Pada pertengahan tahun 1982, keluar dari sekolah dan bekerja paruh waktu di toko sepatu wanita, Jon Bon Jovi bekerja di Power Station Studios, sebuah fasilitas rekaman di Manhattan di mana sepupunya Tony Bongiovi adalah co-owner. Bon Jovi membuat beberapa demo - termasuk satu yang diproduksi oleh Billy Squier - dan mengirimnya ke perusahaan rekaman tapi gagal. Rekaman profesional pertama nya sebagai lead vokal dalam "R2-D2 We Wish You Merry Christmast," yang merupakan bagian dari album Christmast in the Stars, dimana sepupunya menjadi co-producer.

Bon Jovi mengunjungi stasiun radio lokal WAPP 103.5FM "Apple" di Lake Success, New York. Dia berbicara langsung kepada Direktur promosi John Lassman, yang menerima lagu "Runaway" untuk dimasukkan di album kompilasi stasiun bakat homegrown lokal. Musisi yang membantu merekam "Runaway" - dikenal sebagai The All Stars Review - adalah gitaris Tim Pierce, keyboardist Roy Bittan, drummer Frankie LaRocka, dan bassist Hugh McDonald.

Lagu ini mulai diputar di daerah New York. Maret 1983, Bon Jovi menghubungi David Bryan, yang kemudian mengajak bassist Alec John Such dan drummer bernama Tico Torres. Yang diajak untuk bermain gitar adalah tetangga Bon Jovi, Dave Sabo (alias The Snake) yang kemudian membentuk kelompok Skid Row. Sabo sendiri sebenarnya belum sempat bergabung dengan Bon Jovi. Sabo akhirnya digantikan oleh Richie Sambora (b. Richard Stephen Sambora, 11 Juli 1959, Perth Amboy, New Jersey, USA). Sebelum bergabung ke band, Sambora telah melakukan tur dengan Joe Cocker, bermain untuk sebuah band yang disebut Mercy dan telah dipanggil untuk audisi oleh Kiss. Dia juga bermain di album lessons bersama band Message, yang dirilis ulang CDnya melalui Long Island Records pada tahun 1995.

Tico Torres juga seorang musisi berpengalaman, memiliki pengalaman bermain live di Phantom's Opera, The Marvelettes, dan Chuck Berry. Ia muncul di 26 rekaman dan bermain bersama dengan Franke dan KO, sebuah band Jersey dengan hit single selama awal 1980-an.

David Bryan telah keluar dari band "Atlantic City Expressway" yang didirikan olehnya bersama Jon Bon Jovi dalam rangka untuk belajar kedokteran. Sementara di perguruan tinggi, dia menyadari bahwa dia ingin mengejar musik penuh-waktu dan melanjutkan ke sekolah musik Juilliard School, New York. Ketika Bon Jovi akan mendapatkan kontrak rekaman, Jon Bon Jovi menelepon David Bryan untuk mengajaknya kembali bergabung. Bryan memutuskan bergabung dengan Bon Jovi dan meninggalkan studinya.

Bon Jovi dan 7800 ° Fahrenheit (1984-1985)
Setelah band ini mulai bermain, mereka menarik perhatian eksekutif rekaman Derek Shulman, yang menandatangani kontrak dengan Mercury Records yang merupakan bagian dari perusahaan PolyGram. Pamela Maher, seorang teman Richard Fischer dan seorang karyawan Doc McGhee, menyarankan untuk memberi nama bandnya Bon Jovi, mengikuti contoh dari band terkenal lainnya seperti Van Halen. Awalanya bandnya akan diberi nama Johnny Electric. 

Album pertama Bon Jovi -self tittled-
Dengan bantuan manajer baru mereka Doc McGhee, mereka merekam debut album band, "Bon Jovi", yang dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album ini, termasuk hit pertama single, "Runaway", mencapai posisi empat puluh teratas di Billboard Hot 100. Album ini memuncak di nomor empat puluh tiga di Billboard 200 chart album. Band ini segera mendapati peluang sebagai band pembuka bagi Scorpions di AS dan Kiss di Eropa.

Album kedua Bon Jovi, 7800 ° Fahrenheit
Pada tahun 1985, Bon Jovi mengeluarkan album kedua 7800 ° Fahrenheit dirilis. Band ini merilis tiga single "Only Lonely", "In and Out of Love" dan balada "Silent Night". Album ini memuncak di nomor tiga puluh tujuh pada Billboard 200 dan bersertifikat Gold oleh RIAA. Sementara penjualan album tidak sesuai harapan.


Slippery When Wet (1986-1987)
Album ketiga Bon Jovi, Slippery When Wet
Setelah dua album yang cukup sukses, Bon Jovi mengubah pendekatan mereka untuk album berikutnya dan menyewa penulis lagu profesional Desmond Child sebagai kolaborator. Bruce Fairbairn terpilih sebagai produser album. Pada awal 1986 Bon Jovi pindah ke Vancouver, Kanada untuk merekam album ketiga mereka. Band ini menghabiskan enam bulan rekaman album baru. Band ini memutuskan nama album ketiga adalah "Slippery When Wet" setelah mengunjungi sebuah klub strip di Vancouver bernama The Number 5 Orange.
Strip Club yang menjadi sumber inspirasi judul album ketiga Bon Jovi
Pada tanggal 16 Agustus 1986, Slippery When Wet dirilis. Album ini mencapai nomor satu di Amerika Serikat selama 8 minggu di chart album Billboard 200. Dua single dari album, "You Give Love a Bad Name" dan "Livin 'on a Prayer ", menjadi nomor satu di Billboard Hot 100 singles chart. Slippery When Wet menjadi album dengan penjualan teratas pada tahun 1987 menurut Billboard. "Livin 'On A Prayer "memenangkan MTV Video Music Award untuk Best Stage Performance. Band ini juga memenangkan. penghargaan untuk Favorite Pop/Rock Band di American Music Awards dan penghargaan untuk Favorite Rock Group di People Choice Awards. 

Ketika Slippery When Wet dirilis pada bulan Agustus 1986 , Bon Jovi menjadi supporting act untuk band rock amerika yaitu 38 Special. Pada akhir tahun 1986, Bon Jovi melakukan pentas selama enam bulan di arena di seluruh Amerika. Pada bulan Agustus 1987, band ini tampil di "Monster of Rock" festival di Inggris. Selama set mereka Dee Snider, Bruce Dickinson dan Paul Stanley bergabung dengan band untuk melakukan "We Are An American Band". 
Penampilan Bon Jovi di Monster of Rock 1987

Band ini mengakhiri tahun dengan 130 pertunjukan di "Tour Without End", dan meghasilkan $28.400.000. 


New Jersey dan masa kekosongan (1988-1991)
Album keempat Bon Jovi, New Jersey
Bertekad untuk membuktikan bahwa keberhasilan Slippery When Wet bukanlah suatu kebetulan, Bon Jovi merilis album keempat mereka "New Jersey" pada September 1988. New Jersey memuncak di nomor satu di negara Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Selandia Baru dan Australia. Album ini menghasilkan lima Top 10 hits di Billboard Hot 100, menjadikan Bon Jovi pemilik rekor single paling banyak di Top 10 oleh album hard rock. Dua hits single, "Bad Medicine" dan "I'll Be There for You", berhasil mencapai nomor satu. Tiga single lainnya "Born to Be My Baby "," Lay Your Hands on Me ", dan" Living in Sin "mencapai sepuluh besar tangga lagu. Bon Jovi bahkan menjadi berita menghebohkan ketika video untuk "Living In Sin" dilarang oleh MTV untuk ditampilkan akibat beberapa adegan percintaan/seks. Setelah kembali diedit kemudian MTV kembali menayangkannya.
Video Klip Living in Sin (1988)

Bon Jovi mengikuti lagi tur besar di seluruh dunia yang terus berlanjut sepanjang tahun 1989 dan 1990. Mereka mengunjungi lebih dari 22 negara dan melakukan lebih dari 232 pertunjukan sebelum semuanya berakhir. Titik puncak untuk band ini adalah 11 Juni 1989, konser yang terjual habis di Giants Stadium di New Jersey. Pada bulan Agustus tahun 1989, band ini menuju ke Uni Soviet untuk Festival Musik Perdamaian Moskow. Bon Jovi adalah band pertama resmi yang disetujui oleh pemerintah Soviet untuk tampil di Uni Soviet dan New Jersey menjadi album pertama AS yang akan dirilis secara legal di Uni Soviet.

Penampilan Bon Jovi di Moscow Music Peace Festival 1989 

Pada bulan September tahun 1989, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora memainkan Livin 'On A Prayer dan Wanted Dead Or Alive hanya dengan dua gitar akustik pada tahun 1989 untuk MTV Video Music Awards. Penampilan tersebut menjadi sumber inspirasi atas munculnya seri MTV Unplugged dan katalis untuk popularitas versi musik acoustic/unplugged dalam genre musik populer. 

Penampilan Legendaris Bon Jovi Unplugged di MTV Music Award 1989

Antara tahun 1990 dan 1991 anggota band berpisah. Kelelahan rekaman album Slippery When Wet dan New Jersey, ditambah dengan tur album yang melelahkan, mengambil korban pada band. Pada akhir tur New Jersey, Bon Jovi telah melaksanakan 16 bulan konser dan anggota band kelelahan fisik dan kejenuhan, mental dan emosional. Akhirnya, setelah tanggal tur terakhir di Meksiko, dan tanpa rencana yang jelas untuk masa depan mereka, anggota band beristirahat ke rumah masing-masing. Ini adalah masa kekosongan bagi Bon Jovi. Selama waktu ini, Bon Jovi melakukan proyek-proyek solo masing-masing dan menunjukkan tidak ada keinginan untuk membuat album selanjutnya.

Meskipun telah mendapatkan semua kesuksesan yang ada, mereka tidak bahagia dengan status quo masa vakum ini. Maka pada tahun 1991 Jon Bon Jovi memecat beberapa manajemen, penasihat bisnis, dan agen nya, termasuk manajer yang telah lama menemani, Doc McGhee. Jon mengambil tanggung jawab sendiri dengan merapatkan barisan dan menciptakan Bon Jovi Manajemen. Pada Oktober 1991 band ini pergi ke sebuah pulau Karibia, St Thomas untuk mendiskusikan rencana bagi masa depan band. Mereka berhasil menyelesaikan perbedaan yang ada diantara mereka dengan memungkinkan setiap anggota untuk berbicara tentang perasaannya tanpa gangguan dari satu sama lain. Setelah menyelesaikan masalah mereka, mereka kembali ke studio Vancouver Little Mountain dengan Bob Rock ke mengerjakan album kelima band di Januari 1992.


Keep The Faith dan Cross Road (1992-1995)
Album kelima Bon Jovi, Keep The Faith
Album studio kelima Bon Jovi "Keep The Faith" dirilis pada bulan November 1992. Album ini mewakili "awal dari sebuah babak baru dalam sejarah Bon Jovi" dan menandai perubahan dalam suara dan gambar band. Album ini berpaling dari drum berat dan solo gitar liar, menjadi memperkenalkan suara yang lebih matang dari Bon Jovi dan lirik yang lebih serius. Media terfokus perhatian pada rambut Jon Bon Jovi. Ketika Jon Bon Jovi memotong rambutnya ia menjadi berita utama di CNN. 
Rambut baru Jon Bon Jovi tahun 1992. Sampai masuk menjadi berita di CNN
Untuk mempromosikan Keep The Faith mereka kembali ke akar mereka, yaitu bermain di beberapa klub kecil di New Jersey di mana mereka memulai karir mereka. Band ini muncul di MTV Unplugged tapi itu berbeda dengan episode lain dari seri MTV Unplugged. Penampilan Bon Jovi terasa sangat intim, menampilkan akustik dari hits klasik (Bon Jovi dan lagu non-Bon Jovi) dan materi baru dari Keep The Faith. Penampilan di MTV Unplugged ini dirilis secara komersial pada tahun 1993 dengan judul Keep The Faith: An Evening with Bon Jovi.

Bon Jovi - Keep the Faith: An Evening With Bon Jovi (Official DVD Release)

Album Keep The Faith ini berhasil meraih Double Platinum oleh RIAA dan menghasilkan Top 10 hit single "Bed of Roses" dan menjadi judul lagu hit nomor satu di Mainstream Rock Tracks. Bon Jovi memulai tur dunia internasional untuk album ini, band ini mengunjungi negara belum pernah terlihat sebelumnya dan tampil di stadion di Amerika Selatan, Eropa, Asia dan Australia. Mereka mengunjungi 37 negara, dan melakukan 177 penampilan dan mereka bermain untuk 2,5 juta penggemar di Keep the Faith Tour/I'll Sleep When I'm Dead Tour.

Album greatest hits berjudul Cross Road
Pada bulan Oktober tahun 1994, Bon Jovi merilis album greatest hits berjudul Cross Road, dengan dua lagu baru: "Always" dan "Someday I'll Be Saturday Night". Single pertama dari album "Always" menjadi penjualan tertinggi single Bon Jovi dan berada di top 10 dari Billboard Hot 100 selama enam bulan. Di Inggris, Cross Road menjadi album terlaris tahun 1994. Pada tahun yang sama Bon Jovi memenangkan penghargaan untuk Best Selling Rock Band di World Music Awards.

Pada tahun yang sama, bassist Alec John Such berhenti dari band, ini adalah perubahan lineup pertama sejak Bon Jovi dibentuk. Hugh McDonald menjadi bassis Pelarian" tidak resmi. Jon Bon Jovi mengatakan, mengenai pemecatan ini "Tentu saja ini menyakitkan. Tapi aku belajar untuk menerima dan menghormatinya Kenyataan bahwa aku seorang workaholic, masuk dan keluar studio studio, panggung, selalu berurusan dengan musik setiap siang dan malam. Hal ini tidak berarti semua orang harus mampu menyesuaikan diri dengan ritme kerja saya. Alec ingin berhenti untuk sementara waktu sekarang, hal ini sebenarnya bukan sebuah kejutan buat saya. "

Penampilan Bon Jovi pada Live From London tahun 1995

Hal ini diikuti dengan tur di seluruh dunia yang sangat sukses. Pada bulan Juni 1995, konser Bon Jovi sepanjang tiga malam di Stadion Wembley terjual habis dan menjadi sejarah bagi London. Konser yang didokumentasikan untuk Bon Jovi: Live From London.


These Days dan masa kekosongan lainnya (1995-1998)
Album keenam Bon Jovi, These Days
Album studio keenam Bon Jovi, These Days, dirilis pada bulan Juni 1995, pada saat waktu band melakukan tur Eropa. Album ini debut di posisi nomor satu di Inggris selama empat minggu berturut-turut di posisi teratas. Album ini juga mencapai nomor satu di Irlandia, Jerman, Australia, Jepang dan banyak negara lain. Single pertama album adalah lagu dengan irama rhythm and blues "This Ain't a Love Song". Dengan video musik eksotis yang difilmkan di Thailand, "This Ain't a Love Song" mencapai puncak top 20 di Billboard Hot 100. Album ini juga menghasilkan empat hit single di Top 10 Inggris ("This Aint A Love Song", "Something for the Pain", "Lie to Me" and "These Days").

Video Klip These Ain't A Love Song

Tahun yang sama band ini meraih BRIT Award untuk band internasional terbaik dan juga memenangkan MTV Europe Music Award untuk Best Rock. Hal ini diikuti oleh These Days Tour. 
Setelah sukses besar dari These Days Tour, para anggota Bon Jovi rehat kembali dan berpisah sementara. Tapi tidak seperti periode sebelumnya pada saat tur New Jersey yang penuh ketidakpastian, keokosingan ini adalah keputusan bersama band. Para anggota Bon Jovi menyetujui untuk cuti diri dari kegiatan band.


Crush, Bounce dan This Left Feels Right (1999–2004)
Bon Jovi berkumpul kembali pada tahun 1999 untuk merekam lagu "Real Life" untuk film EDTV. David Bryan pulih dari kecelakaan di mana dia hampir putus jarinya.
Album ketujuh Bon Jovi, Crush
Setelah absen hampir empat tahun, di mana beberapa anggota band bekerja pada proyek-proyek independen, Bon Jovi berkumpul kembali pada tahun 1999 untuk mulai bekerja pada album studio berikutnya mereka. Pada bulan Juni 2000, Crush dirilis sebagai album studio ketujuh. Single pertama "It's My Life" tercatat sebagai salah satu rilis Bon Jovi yang paling sukses dalam satu dekade dan yang paling penting, menjadi simbol kesuksesan panjang band karena mereka berhasil melalui banyak perubahan dan rintangan yang ada. It's My Life membantu memperkenalkan mereka ke basis penggemar baru yang lebih muda. Band ini menerima dua nominasi Grammy untuk Best Rock Album dan Best Rock Performance by Duo/Grup untuk lagu "It's My Life". Video klip  "It's My Life" memenangkan VH1 Music Awards untuk "My Favorite Video".

Video klip It's My Life

Bon Jovi melakukan konser di Stadion bersejarah Wembley London pada 19 dan 20 Agustus 2000, ini menjadi konser yang terakhir yang diadakan di tempat legendaris tersebut sebelum pembongkaran. Tahun itu band ini tampil dihadapan total 1,1 juta penggemar di 40 arena dan stadion di Amerika Utara, Eropa dan Jepang. 

One Wild Night Live 1985–2001. Ini adalah album live Bon Jovi yang pertama.
Selama tur, Bon Jovi merilis koleksi pertunjukan langsung sepanjang karir mereka dalam album berjudul One Wild Night Live 1985–2001. Ini adalah album live Bon Jovi pertama kali. Lagu-lagu yang diambil dari arsip bahan direkam band ini telah mengumpulkan dari hari-hari awal mereka di jalan yang benar melalui tur saat ini. Pada akhir tahun Bon Jovi diberikan penghargaan untuk "Live Show Paling Populer" di tahun 2001 VH1 Music Awards.

America The Beauty

Para anggota band telah merencanakan liburan singkat sebelum bekerja kembali membuat album studio ke8. Tapi pada 11 September, terjadi bencana teroris. Beberapa hari setelah serangan teroris, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora membuat film Iklan Layanan Masyarakat untuk Palang Merah, "America The Beautiful" untuk NFL dan dilakukan sebagai bagian dari acara telethon Amerika Historic: A Tribute to Heroes  yang disiarkan secara langsung. Satu bulan kemudian, Bon Jovi berpartisipasi di dua konser di Red Bank, NJ untuk mengumpulkan dana bagi keluarga dekat korban yang berasal dari kampung halaman band ini. Dan pada tanggal 21 Oktober 2001, Bon Jovi tampil di Konser monumental Untuk New York di Madison Square Garden, dengan tujuan untuk penggalangan dana bantuan dan menghormati mereka yang bekerja untuk menyelamatkan nyawa selama serangan itu.

Album kedelapan Bon Jovi, Bounce
Pada musim semi tahun 2002, kelompok ini masuk studio kembali untuk mulai merekam album studio kedelapan mereka. Bounce dipengaruhi oleh serangan teroris 11 September 2001. album ini dirilis pada tanggal 8 Oktober 2002. Album tersebut debut di nomor dua di Amerika Serikat dan Inggris. Band ini melanjutkan tur album Bounce, di mana mereka membuat sejarah sebagai band terakhir yang bermain Stadion Veteran di Philadelphia sebelum diruntuhkan.

Album kesembilan Bon Jovi, This Left Feels Right
Menyusul akhir Tour Bounce pada bulan Agustus 2003, Bon Jovi memulai sebuah proyek sampingan; awalnya berniat untuk menghasilkan sebuah album yang terdiri dari pertunjukan akustik, band ini akhirnya penulisan ulang, rekaman ulang dan reinventing 12 hits terbesar mereka dalam sudut yang berbeda dan baru. Album studio kesembilan Bon Jovi ini "This Left Feels Right" dirilis pada bulan November 2003.

100,000,000 Bon Jovi Fans Can't Be Wrong
Tahun berikutnya, band ini merilis set box yang berjudul "100,000,000 Bon Jovi Fans Can't Be Wrong", pemilihan judul merupakan penghormatan kepada Elvis Presley dengn judul 50,000,000 Elvis Fans Can't Be Wrong. Set terdiri dari empat CD yang dikemas dengan 38 single yang belum pernah dirilis dan 12 lagu langka, serta DVD. Set box menandai penjualan 100 juta album Bon Jovi dan juga memperingati ulang tahun ke-20 semenjak rilis rekaman pertama band pada tahun 1984. Pada bulan November 2004, Bon Jovi diberikan penghargaan Merit Award di American Music Awards.


Have a Nice Day dan Lost Highway (2005–2008)
Album kesepuluh Bon Jovi, Have A Nice Day
Album studio kesepuluh "Have a Nice Day", dirilis pada bulan September 2005. Album ini debut di nomor dua di Amerika Serikat dan Inggris, mencapai nomor satu di lima belas negara. Lagu Have a Nice Day menjadi hit internasional, mencapai top ten di Inggris, Eropa, Australia dan Kanada. Single kedua, "Who Says You Can not Go Home", dirilis pada awal tahun 2006. Lagu ini mencapai empat puluh teratas di Billboard Hot 100 di Amerika Serikat. Sebuah versi duet "Who Says You Can not Go Home" dengan penyanyi country Jennifer Nettles dari Sugarland band, memuncak di nomor satu di Billboard Hot Country Songs dan Bon Jovi menjadi band rock pertama yang memiliki single nomor satu tunggal di Billboard lagu Country. 

Bon Jovi dan Jennifer Nettles "Who Says You Can not Go Home"

Pada tanggal 11 Februari 2007, Bon Jovi dan Jennifer Nettles memenangkan Grammy Award, kategori"Best Country Collaboration with Vocals" untuk lagu "Who Says You Can not Go Home". Band ini juga memenangkan penghargaan untuk Favorite Lagu Rock di People Choice Awards untuk lagu "Who Says You Can not Go Home".


Segera setelah rilis Have A Nice Day, band ini mulai bersiap-siap untuk tur di seluruh dunia Have A Nice Day Tour. Tur ini sukses secara komersil dan signifikan, tampil di hadapan 2.002.000 penggemar, dan meraup total $ 191.000.000. Tur ini adalah ketiga tertinggi terlaris pada tahun 2006 mendapatkan $131.000.000, tepat di belakang The Rolling Stones 'A Bigger Bang World Tour dan Madonna Confessions Tour. Pada tanggal 14 November 2006, Bon Jovi dimasukkan ke Inggris Music Hall of Fame bersama James Brown dan Led Zeppelin.
Album kesebelas Bon Jovi, Lost Higway
Pada bulan Juni 2007, Bon Jovi merilis album studio kesebelas mereka, Lost Highway. Album ini dipengaruhi dengan nuansa musik country menyusul kesuksesan single country "Who Says You Can not Go Home", duet dengan Jennifer Nettles. Untuk mempromosikan album baru, Bon Jovi membuat beberapa penampilan televisi, termasuk CMT Awards ke-6 di Nashville, American Idol, dan MTV Unplugged, serta bermain di konser Live Earth di Giants Stadium. Mereka juga melakukan sepuluh kegiatan promosi di AS, Kanada, Inggris, dan Jepang. Sebagai bagian dari 'tur', Bon Jovi adalah kelompok pertama yang tampil di O2 Arena London baru (sebelumnya Millennium Dome) ketika dibuka untuk umum pada tanggal 24 Juni 2007. Stadion dengan kapasitas 23.000-seater terjual habis dalam waktu 30 menit semenjak tiket dirilis.

Bon Jovi - Till We Ain't Strangers Anymore ft. LeAnn Rimes

Album, yang dijelaskan oleh Jon Bon Jovi sebagai "album Bon Jovi dipengaruhi oleh Nashville", menduduki puncak tangga lagu di AS, Kanada, Eropa, dan Jepang. Single ketiga "Till We Ain't Strangers Anymore" menampilkan LeAnn Rimes, memenangkan CMT Music Award untuk Kolaborasi Video of the Year pada tahun 2008. Lagu ini juga dinominasikan untuk Academy of Country Music Award untuk Vocal Event of the Year.

Pada bulan Oktober 2007 band ini mengumumkan Lost Highway Tour. Dimulai dengan pembukaan Satdiun baru Newark, New Jersey Prudential Center, band ini melanjutkan tur ke Kanada, Jepang, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan kemudian Eropa, dan selesai di musim panas 2008. Tur adalah tur terlaris tertinggi 2008 di peringkat Billboard, dengan penjualan tiket $210.600.000, mulai tanggal 14 November 2007 sampai Nov.11, 2008. Secara total, 2.157.675 tiket terjual selama tahun 2008. 

The Circle and Greatest Hits (2009–2011)
Film dokumenter Bon Jovi, When We Were Beautiful
Pada bulan April 2009, film dokumenter karya Phil Griffin, "When We Were Beautiful", debut di Festival Film Tribeca, mencatat naik turunnya Bon Jovi selama lebih dari 25 tahun dan mengikuti band tur terbaru mereka Lost Highway.

Don Was - "Stand by Me" - Andy, Jon Bon Jovi, Richie Sambora & Friends

Pada bulan Juni 2009, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora dilantik menjadi penulis lagu Hall of Fame. Bulan itu mereka juga merekam lagu "Stand By Me" dengan penyanyi Iran Andy Madadian, untuk menunjukkan solidaritas bagi mereka yang terkena dampak kerusuhan politik di Iran. Bagian dari lagu yang dinyanyikan dalam bahasa Persia.

Album kedua belas Bon Jovi, The Circle
Pada tanggal 10 November 2009, band ini merilis album studio kedua belas mereka, berjudul The Circle. The Circle kembali ke rock n 'roll setelah album sebelumnya Lost Highway dipengaruhi Nashville. Album debut di nomor satu di Amerika Serikat, Kanada, Jerman dan Jepang. Bon Jovi pada 19 Februari 2010, memulai The Circle Tour. Bon Jovi menggebrak Tour The Circle dengan membuat sejarah. Mereka pertama pertama kalinya yang tampil di Stadion baru New Meadowlands di East Rutherford, New Jersey. Konser tiga hari pada 26 Mei, 27 dan 29, 2010 terjual habis dan sukses besar. Konser Bon Jovi sepanjang 12 malam di O2 Arena London meraup $ 18.178.036 dan tampil manggung untuk 187.696 penggemar. 


The Circle Tour adalah tur konser terlaris 2010 menurut 25 tur konser Billboard. Selama tur telah dimainkan untuk 1.909.234 penggemar dan telah meraup $201.100.000 pada lebih dari 80 tempat menurut Pollstar. Untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, Bon Jovi menempati peringkat Billboard & Pollstar Top Touring Act of the Year. Bon Jovi juga peringkat kedua dalam daftar majalah Forbes musisi dengan bayaran tertinggi di dunia, mendapatkan perkiraan $125.000.000 pendapatan tahun tersebut.

Album greatest Hits Bon Jovi tahun 2010
Bon Jovi merilis album greatest hits dengan empat lagu baru pada bulan Oktober 2010. Album debut di nomor satu di Kanada, Irlandia, Eropa, Australia dan membuat lima di dua puluh negara. Pada 2010 MTV Europe Music Awards, Bon Jovi menerima Global Icon Award. Pada bulan Oktober 2010, Bon Jovi merilis film konser, "The Circle Tour Live From Jersey" di bioskop AS. Pada saat yang sama, band ini mengumumkan tur mendatang mereka. Pada akhir tahun 2011, tur mendapatkan posisi kedua paling produktif pada tahunan, "Top 25 Tour" Billboard, dengan menghasilkan 790.000.000 dolar.


Inside Out and What About Now (2012–2013)
Pada bulan Januari 2012, Jon Bon Jovi menyatakan bahwa mereka mengerjakan album studio ketiga belas, dan dalam pertunjukan live pada bulan Agustus 2012, Jon Bon Jovi memainkan versi akustik dari lagu yang diumumkan untuk berada di album mendatang.

Album ketiga belas Bon Jovi, What About Now
Pada bulan Oktober 2012, Bon Jovi mengumumkan Tur dunia baru untuk 2013 yaitu Because We Can, untuk mempromosikan album baru mereka, What About Now, yang dirilis pada tanggal 12 Maret 2013. Tur dimulai pada bulan Februari tahun 2013 dan mengunjungi Amerika Utara, Eropa , Afrika, Timur Jauh, Australia dan Amerika Latin.

Pada tanggal 27 November 2012, Bon Jovi merilis album video baru, yang disebut Inside Out, terdiri dari konten dari pertunjukan di O2 Arena, Stadion MetLife, dan Madison Square Garden. Album ini pertama kali ditampilkan di bioskop., dengan pemutaran didahului dengan sesi tanya-jawab dengan Jon Bon Jovi, Richie Sambora, David Bryan dan Tico Torres disiarkan secara langsung dari teater di New York, dan kemudian dijual di iTunes.


Pada tanggal 14 Maret 2013, Bon Jovi tampil di Result Show American Idol dan memainkan satu lagu, Because We Can, dari album baru mereka What About Now.

Pada 2 April dan seterusnya, Richie Sambora meninggalkan tur band yang sedang berlangsung dengan "alasan pribadi"; Phil X sekali lagi menggantikan dia, kali ini untuk sisa tur, di tengah rumor bahwa Sambora telah dipecat. Sambora dan Jon Bon Jovi kemudian membantah klaim tersebut. Tico Torres juga absen sebentar karena operasi darurat kandung empedu; ia digantikan oleh Rich Scannella dari band solo Bon Jovi, Kings of Suburbia, dari September 20 sampai 6 Oktober.

Masa Kekosongan Ketiga (2014)
Setelah mengalami kesulitan pada Because We Can Tour, Bon Jovi memiliki rencana lain. Dalam konser solo swasta di Las Vegas, Jon Bon Jovi berbicara tentang masa depan band mengatakan bahwa ia melakukan tur terakhir terlalu cepat dan bahwa tur telah membawa dampak pada mereka semua. 

Album New Jersey yang dirilis ulang pada peringatan 30th Aniversary Bon Jovi
2014 menandai 30th Anniversary sejak album pertama band Bon Jovi dirilis. Dalam perayaan ini, album band New Jersey dirilis ulang bersama dengan CD tambahan dengan demo the Sons of Beaches.

Pada bulan November 2014, Jon Bon Jovi mengatakan kepada wartawan bahwa Richie Sambora telah resmi meninggalkan band, mengatakan "Dia berhenti. Dia sudah pergi. Tidak ada dendam sama sekali." November itu, ia juga mengungkapkan bahwa ia sedang menyelesaikan menulis lagu untuk album studio berikutnya tanpa Sambora, yang secara tidak resmi digantikan oleh gitaris tur Phil X. Sambora menyatakan bahwa "Saya suka Jon, dan saya masih melihat kemungkinan kembalinya."

Burning Bridges and Studio Album Keempat Belas (2015-Sekarang)
Pada 17 Juli 2015 Bon Jovi debut single baru mereka, "Saturday Night Gave Me Sunday Morning", di radio. Seorang juru bicara untuk Bon Jovi mengatakan Billboard: "Burning Bridges, yang akan dirilis 21 Agustus adalah album untuk fans yang berisi potongan dari album sebelumnya dan akan diiringi dengan tur internasional yang akan datang. Band ini bekerja keras di album berikutnya, yang akan melihat rilis skala penuh pada tahun 2016."